
![]()
![]()
![]()



July 2nd, 2009 sonny post in kategori Gaya Hidup, Linux | No Comments »
Pada waktu dahulu sekali aku mulai menggunakan Unix like (termasuk Linux sebagai turunannya) sekitar delapan tahun yang lalu, dimana Linux distribusi masih belum se GUI (Graphical User Interface) sekarang, ada beberapa pilihan untuk melakukan instalasi software atau aplikasi ke dalam sistem operasi Linux box.
Pada saat itu RedHat (si topi miring) dan Mandrake (plus beberapa Linux box lain semisal SuSe or Slackware) mempergunakan paket installer dalam bentuk .rpm atau kalau malah aplikasinya butuh kastemisasi lanjut maka lebih disukai menggunakan tarball (source code installer) untuk melakukan instalasi secara utuh. Jika sudah menggunakan desktop GUI, maka .rpm akan menjadi pilihan utama (dengan apa yang terjadi di belakang layar cukup gelap, karena user -mungkin- tidak tahu pasti dimana letak file-file installer ini akan diletakkan). Secara prinsip Linux box memang masih butuh expertise khusus pada waktu itu.
Dengan menggunakan tarball, ada beberapa langkah manual yang harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa aplikasi jadi akan ’selalu’ sesuai dengan konfigurasi Linux box kita. Langkah paling terkenal adalah ;
./configure
./make
./make install
dan selanjutnya kita tahu pasti dimana file-file kita akan berada dan harus juga melakukan setting konfigurasi lanjut supaya aplikasi dapat mulai kita gunakan.
Saat ini dimana hampir semua Linux distribusi sudah menggunakan GUI tingkat lanjut (Gnome dan KDE), maka .rpm dan .deb via GUI sudah menjadi pilihan utama dengan kelebihan file instalasi berada cukup mudah untuk dilakukan trace back.
Hampir tidak ada aplikasi tambahan Linux box yang tidak dapat diinstall menggunakan GUI + installer (.rpm dan .deb) sehingga tarball saat ini sudah semakin tidak populer. (Taspi meski demikian aku masih belum juga menemukan paket .rpm atau .deb untuk Apache+PHP yang langsung support koneksi ke Oracle, jadi untuk PHP koneksi Oracle aku masih harus compile tarball juga).
Debian (.deb) sebagai paket instalasi turunan dari Linux distribusi Debian Core, secara perlahan tapi pasti mulai menjadi pilihan karena saat ini Ubuntu (termasuk Blankon) dan Debian Core merangsek menjadi pilihan primer Linux box selain OpenSuse, Fedora atau Centos.
Kalau dilihat sekilas pertambahan manusia yang murtad dari Windows/Mac menuju ke Linux box aku perkirakan sebanyak 3.700 OS per hari ke RPM popular based (Fedora, OpenSuse, Centos) dan sekitar 4.100 OS ke RPM Debian Based (mostly Ubuntu dan Debian). Semuanya berharap tidak lagi menyentuh instalasi tarball (dan kemungkinan dapat terpenuhi).
Pengalaman konversi Windows XP menjadi latest OpenSuse dan Ubuntu memang semudah mengkonversi dari Windows XP ke Vista, dengan keindahan grafis yang tidak kalah dengan Vista dan MacBook Air. Semua instalasi dengan menggunakan GUI, semua koleksi aplikasi sudah tersedia secara utuh dalam repository masing-masing. Kesulitan yang terjadi kemungkinan akan terjadi kalau kita memang ’sangat suka’ untuk melakukan bongkar pasang aplikasi baru. Dan beberapa aplikasi old fashioned yang tidak termaintain mengharuskan kita untuk balik lagi ke tarball.
Jadi, kalau sudah tertarik untuk mengkonversi ke Linux box, tentukan pilihan dahulu…
Seperti fotografer memilik kamera, mau menggunakan mashab Canon atau Nikon ?
Kita mau memilih ke mana RPM atau Debian based ?
Keduanya sama mudahnya, keduanya sama indahnya, dan keduanya sama murahnya…..
June 16th, 2009 sonny post in kategori Gaya Hidup | No Comments »
Hari ini cek akun fesbuk dan ada pemberitahuan resmi kalo fesbuk member sekarang sudah bisa punya username unik yang sesuai dengan keinginan kita.
Dan karena kesempatan ini ada maka diputuskan bahwa Sonny Hidayat @ fesbuk sekarang bisa diakses di http://facebook.com/sonnyhidayat
So ..
Welcome
April 20th, 2009 sonny post in kategori Gaya Hidup, Linux | 1 Komentar »
Sambil menunggu siap ndak nya http://foss-id.web.id untuk menghosting Jaunty, aku sedang menghitung mundur dari Intrepid ke Jaunty.
Biasanya, release baru – akan aku download paling cepat seminggu setelah rilis resmi nya untuk menghindari sibuk jaringan, plus siapa tahu sudah ada patching baru dalam seminggu, untuk fix broken holes.
April 17th, 2009 sonny post in kategori Gaya Hidup, Linux | 2 Komentar »
Dengan kondisi dimana dana pengeluaran harian semakin banyak, maka persiapan anggaran untuk membeli Operating System (plus turunannnya) akan semakin menipis.
Melihat perkembangan teknologi dan kesiapan Operating System alternatif Microsoft Windows yang ada :
Maka sebagai main daily basis OS yang aku pakai sekarang adalah Ubuntu Intrepid (8.10) karena alasan-alasan
Dan menyambung alternatif pengganti di Ubuntu Intrepid untuk aplikasi yang doooolooooo-nya sering digunakan di Windows, maka aplikasi yang paling banyak membantu (berdasarkan jasanya yang paling besar) untuk bekerja di lingkungan Linux ini adalah :
Jadi akhirnya semua aplikasi pengganti sudah utuh dan no need lagi switch to Windows, berkat Ubuntu Intrepid GPL (Gak pake Lincense)
March 26th, 2009 sonny post in kategori Bhawikarsu, Malang, TLKM | No Comments »
Since the beginning I created this web site, I want to have English language version is running in line with its English version. But with the limited time I am not sure able to do so. But for a while … thanks to Google who want to help.
Yup.
Paragraf di atas adalah hasil translasi oleh Google dari kalimat ku yang aslinya adalah:
Sejak awal aku membuat web site ini, aku ingin mempunyai versi bahasa Inggrisnya berjalan seiring dengan versi bahasa Indonesia nya. Namun dengan terbatasnya waktu aku tidak yakin mampu melakukannya. Tetapi untuk sementara … terimakasih untuk google yang mau membantu.
Memang grammatically kadang lucu dan tidak tepat, namun dengan beberapa pertimbangan yaitu :
Jadi untuk sementara ini secara resmi versi English untuk http://sonnyhidayat.net dapat dilihat di
Dan kalau yang mau melihat versi Spanyolnya bisa dilihat di :
Kalau mau tau perkembangan Sonny dalam bahasa Arab, silahkan liat rilis resmi versi Arab nya di :
Dan kalau ada vendor modem Chinese yang mau nawarin modem misalnya, mau liat versi China nya http://sonnyhidayat.net:
atau ada yang mau nekat lihat versi bahasa Jepang nya :
Kalau ada yang mencoba untuk melihat dan ternyata hasil translasi ada yang anda tidak dipahami, maka jawaban adalah: kesalahan ada pada percetakan, silahkan komplain langsung ke Google