Kesepakatan AAG

Telkom telah melakukan penandatanganan kesepakatan AAG dalam konsorsium di Kuala Lumpur. Seluruh anggota konsorsium AAG yang terdiri dari 17 perusahaan dari 14 negara hadir menandatangani kesepakatan ini.

Saat ini kapasitas akses ke dunia internasional yang dimiliki Telkom sebesar 2,4 Gb/s. Kebutuhan hingga akhir tahun ini yang diperkirakan meningkat sampai 5 Gb/s dipenuhi dengan cara sewa bandwidth. Melalui konsorsium AAG, Telkom akan memperoleh kapasitas sampai 40 Gb/s atau melonjak sampai 15 kali lipat pada tahun 2008 nanti.

“Ini merupakan opsi terbaik setelah menimbang-nimang keuntungan dari sisi kapasitas, konektivitas, dan komersial,” kata Eddy Kurnia, VP Public anda Marketing Communication Telkom. Penambahan bandwidth internasional akan berdampak besar bagi peningkatan pelayanan akses data dan Internet bagi pelanggan Telkom. Selain perusahaan ini juga bisa melakukan penghematan dan efisiensi bandwidth dalam jumlah yang sangat signifikan.

Sementara itu Telkom juga akan mengusahakan penambahan kapasitas bandwidth pada link yang akan digunakan untuk menghubungkan Indonesia dengan jaringan AAG. Selama ini akses dari Indonesia ke jaringan internasional dilakukan melalui link Dumai-Melaka Cable System (DMCS) dengan kapasitas bandwidth 10 Gb/s (gigabit per detik), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS) Cable System berkapasitas 10 Gb/s, Radio Link Batam-Singapore berkapasitas 4 STM-1 dan Radio Link Batam-Pangerang (Malaysia) 4 STM-1.

AAG merupakan sebuah konsorsium kabel laut yang beranggotakan 19 perusahaan dari 17 negara di Asia-Pasifik dan AS. Telkom dan Indosat merupakan wakil dari Indonesia yang tergabung di antara raksasa telekomunikasi dunia lainnya, seperti AT&T Corp (AS), Bharti Airtel Ltd (India), StarHub Ltd (Singapura), Telekom Malaysia Bhd (Malaysia), Telstra Corp Ltd (Australia). Selain itu anggota AAG lainnya ialah CAT Telecom (Thailand), Authority of Info-communications Technology Industry (Brunei), Philippine Long Distance Telephone Company (Filipina), Reach Netwoks Hong Kong Limited (Hong Kong) dan Vietnam Posts and Telecommunications Group (Vietnam).


Komentar ditutup.