Kok Tong

//static.flickr.com/1176/1462670492_90de6c3a04_mMinggu kemarin akhirnya aku sempat ngopi lagi. Kali ini tujuan kopi adalah ke Kampung Keling Medan. Daerah ini cukup terkenal dengan Kok Tong Coffee nya selain tentu saja karena banyaknya orang India yang bermukim disana. Bertiga dengan teman, akhirnya bisa nyeruput kopi lagi …..

Aku memang secara berkala ngopi ….. Ada kalanya harus ke cafe karena memang cari suasana yang bisa sambil ngobrol. Kadang juga bikin sendiri karena dipake untuk menemani kerja. Nah mungkin karena yang terakhir ini lebih sering, jadinya sifat adiktif dari kopi ini ternyata juga sangat spesifik. Some of my friends, bilang bahwa Kok Tong dengan kekentalan dan rasanya sangat pas untuk Indonesian. Tetapi ya itu … karena sudah terbiasa dengan kopi teman kerja, kok aku merasa bahwa my favorite coffee adalah yang biasa diminum saat menemani kerja. Yup, si Fire Boat (alias Kupi Kapal Api). Atau mungkin yang menaikkan gensi si Kok Tong ini adalah tempat jualnya ya? (in other word, harga my Fire Boat yang kemurahan jauh :-) )

Aku sendiri merasakan si Kok Tong ini tidak jauh beda dengan my ordinary coffee, cuman emang kalau aku add other cup, sudah terasa banget kerasnya. Tapi setelah dipikir2, my favorite coffee (Fire Boat :-)) juga punya efek yang sama kalau lebih dari 2 cangkir. Hal yang sama, malam sebelumnya aku makan malam pake Nasi Goreng India (di resto khusus masakan India), lengkap dengan mint saus (jadi aneh karena rasanya seperti nyeruput odol). Nasi Goreng Indianya sih oke, enak dan tidak jauh beda dengan nasi goreng lokal yang biasa aku santap, namun efeknya begitu sampe rumah harus ke belakang dua kali 🙁

But anyway … dahagaku akan Kok Tong Coffee sudah terpenuhi, aku ndak peduli apakah kopi ini sudah pernah lewat perut Luwak atau ndak, yang pentingsetelah sebulan ndak minum Kok Tong … akhirnya terpenuhi. Dan untuk bulan depan aku akan cukup puas dengan my favorite Fire Boat Coffee.


Tinggalkan pesan/komentar