Einstein keliru?

Banyak lagu Indonesia maupun lagu barat, menyatakan keinginan untuk dapat kembali ke masa lampau. Mungkinkah?

Ah… Ini pertanyaan klasik fisika makro kosmos. Manusia macam Albert Einstein atau mungkin Stephen Hawking yang mampu menjawabnya. Satu2nya formula referensi untuk kembali ke masa lampau menggunakan formula yang didasari pada keyakinan Einstein bahwa materi bisa berubah menjadi energi. Serta penemuannya bahwa kecepatan mutlak yang boleh terjadi di alam semesta adalah 299.792.458 meter per detik. Meskipun dalam penemuan fisik mikro berikutnya ternyata masih ada kecepatan lebih dari itu yang terjadi pada satu anti materi (Tachyon)

Einstein menyatakan kecepatan cahaya itu mutlak, tidak berbelok dan tidak terpengaruh apapun. Hal ini menjadi pembatas dalam formula yang ditulisnya. Dan formula ini adalah satu2nya rujukan yang dianggap benar saat ini. Namun Stephen Hawking meskipun hampir lumpuh total masih mampu menemukan bahwa ternyata di dekat black hole cahaya ini ternyata berbelok. Berbelok? Iya berbelok, masuk ke black hole. Kalau berbelok bagaimana dengan kecepatannya? Berubah? Kalau berubah jadi tidak mutlak dong. Valentino Rossi ketika berbelok juga harus mengurangi kecepatannya lho.

Kalau statemen Einstein ini patah…. Terus rujukan formula kita untuk perhitungan nuklir harus berubah dong?

Jawaban yang paling sederhana …. ya …. emang.

Cuman pertanyaan lanjutannya yang bikin bingung, lha kalo gitu formula seperti apa seharusnya yang kita pake? Karena kalo kita meledakkan nuklir hasilnya masih sama seperti perhitungan Einstein. Kalo aku sih karena ndak punya rujukan, pake aja rumusan Einsten namun dengan konstanta c yang lebih dari 299.792.458 meter per detik saja yang dipake. :-)) Sederhana, namun tanpa bukti. (tapi bukankah Stephen Hawking dalam dalam bukunya History of Time masih juga menawarkan beberapa teori tanpa bukti?)

Sejujurnya, ada beberapa hal dalam penemuan Albert Einstein yang masih mengganggu rasio logikaku.

Aku selalu berasumsi mahkluk berkecerdasan tinggi selain manusia memang ada, dan beberapa diantara mereka pernah mampir ke Bumi (contoh: Dennis Rodman :-) ). Alasan untuk percaya hal ini sangat wajar, kalau Tuhan menciptakan alam semesta sebegitu luas hanya untuk manusia, rasanya terlalu berlebihan kan?. Sama seperti ketika era sebelum Galileo Galilei meyakini bahwa bumi ini datar dan merupakan pusat alam semesta. Dan dari banyak penelitian, matahari -selain matahari kita- yang terdekat jaraknya masih beberapa puluh tahun (waktu bumi) dengan kecepatan cahaya.

Kalau mahluk asing ini harus datang ke tempat kita hanya untuk menghabiskan 3/4 hidupnya rasanya juga terlalu berlebihan. Aku cenderung lebih suka bahwa mereka mempunyai kendaraan dengan kemampuan beberapa kali kecepatan cahaya, atau sudah menemukan cara untuk melewati worm hole. Dan pilihan pertama lebih enak, worm hole lebih susah dicerna akal sehat :-)

So, moga-moga Einstein keliru dan masih ada yang sempat membetulkannya…….


4 Respon untuk “Einstein keliru?”

  1. Hawking Ralat Teori Black Hole-nya

    Setelah berpikir tanpa henti selama 29 tahun, pakar astrofisika ternama, Stephen Hawking, menyatakan dia telah keliru tentang lubang hitam (black hole). “Lubang hitam tidak menghancurkan segala yang diisapnya, namun mengeluarkan kembali materi dan energi dalam bentuk yang telah tercerai-berai,” terang Hawking dalam Konferensi Internasional Gravitasi dan Relativitas ke-17 di Dublin, Irlandia, Rabu (21 Juli) lalu.

    Pada 1976, Hawking pernah mengemukakan teori bahwa lubang hitam terbentuk dari bintang raksasa yang tekanan gravitasinya luar biasa besar sehingga menarik energi dan materi di dekatnya. Energi dan materi itu diyakininya akan musnah ditelan lubang hitam. Teori ini berlawanan dengan teori fisika kuantum yang menyatakan bahwa materi dan energi tidak bisa dihancurkan, namun hanya berganti wujud.

    Hawking sempat menyatakan kalau sejatinya materi yang terisap lubang hitam akan mengalir menuju jagad raya baru. Pemikiran ini banyak dipakai dalam cerita-cerita fiksi ilmiah.

    Namun, dalam pertemuan yang dihadiri 800 ahli fisika dari 50-an negara itu, Hawking mengubah keyakinan yang pernah dikemukakannya dalam tulisan berjudul The Information Paradox for Black Holes. Sekarang Hawking berkeyakinan kalau lubang hitam menyimpan apa yang diisapnya dalam waktu lama. Setelah lubang hitam rusak dan mati, apa yang pernah diisapnya dipancarkan kembali ke jagad raya dalam keadaan tercerai-berai.

    “Tidak ada bagian jagad raya baru seperti yang saya pikirkan. Materi, energi, dan informasi yang terisap lubang hitam tetap berada di jagad raya,” kata ilmuwan 62 tahun ini.

    “Saya menyesal telah mengecewakan para penggemar science fiction. Materi yang diisap black hole masih tersimpan sehingga lubang hitam tidak bisa dipakai untuk menuju jagad lain. Bila seseorang diisap ke lubang hitam, massa dan energinya akan kembali ke jagad raya dalam keadaan terurai. Materi tersebut masih mengandung informasi yang sama, namun dalam bentuk yang tidak dikenali lagi,” papar Hawking.

    “Saya merasa lega karena telah memecahkan masalah yang menghantui saya selama hampir 30 tahun. Meskipun jawaban (tentang teori lubang hitam) tidak fantastis dibanding teori yang saya utarakan sebelumnya,” kata profesor matematika di Universitas Cambridge ini.

    Sumber : Jawa Pos (27 Juli 2004)

  2. Thx berat mb liliana,
    Info ini paling tidak membuktikan satu teori yang saya yakini. Stephen Hawking adalah manusia 🙂
    Artinya bisa salah juga.

    Tapi apa yang ditulisnya juga mungkin masih menunggu 30 tahun lagi untuk membuktikan kalau black hole sesuai apa yang dianggapnya saat ini.

    But anyway,
    teori nya tentang pembelokan cahaya belum direvisi jadi …
    masih ada kesempatan kedua untuk membuktikan juga bahwa Einstein ternyata juga manusia.

  3. wah, seru nih. tapi saya tidak tahu banyak, setahu saya, einstein tidak pernah menyangkal adanya sesuatu yang sama atau lebih cepat dari cahaya tampak, mengingat banyaknya jenis gelombang elektro magnetik yang memiliki kecepatan sama dengan cahaya tampak seperti gelombang infra, ultrasonik,dll. dan dia telah tahu itu.

    setahu saya, einstein menyatakan, bahwa suatu objek yang bergerak dengan kecepatan cahaya, atau melebihinya, akan mengalami pembengkakan massa hingga menjadi tak berhingga besarnya–alias “tidak memiliki massa lagi” seperti gelombang-gelombang elektromagnetik itu..atau seperti tachyon itu,yang massanya (dihipotesakan)imajiner, yang jika kita kuadratkan, akan menghasilkan nilai yang negatif. begitu. dan tachiyon itu cuma hipotesa belaka (http://pakar.blogsome.com/2007/03/10/mukjizat-111-h-2/)

    Di lain sisi, mas juga berpendapat,
    “Berbelok? Iya berbelok, masuk ke black hole. Kalau berbelok bagaimana dengan kecepatannya? Berubah? Kalau berubah jadi tidak mutlak dong. Valentino Rossi ketika berbelok juga harus mengurangi kecepatannya lho.”

    mungkin ada benarnya juga tuh mas, saya tidak tahu banyak, tapi menurut saya, perubahan arah di ruang hampa tidak harus menimbulkan perubahan kecepatan. Sebagaimana berbeloknya bulan di setiap titik pada orbitnya yang tidak merubah periode berputarnya yang 29 atau 30 hari itu. Dan sepertinya, memang dia terus saja berputar dari zaman dahulu. tidak berhenti atau semakin melambat. dan, Menurut einstein, perubahan arah itu terjadi karena “kelengkungan ruang dan waktu”. Apapun yang terjadi pada cahaya di sekeliling “black hole”, dikarenakan kelengkungan ruang waktu tersebut, yang selama ini kita sebut sebagai “medan gravitasi”.

    Adapun si rossi mengurangi kecepatan motor-nya (baik sadar atau tidak) adalah untuk memperbesar beban normalnya sehingga kemudian dapat meningkatkan gaya gesek ban motor-nya terhadap permukaan jalan. semua ini dalam rangka mengurangi gaya sentrifugal yang terjadi akibat perubahan arah kecepatan motornya tersebut.

    Oleh karena itu, sejauh ini, kecepatan cahaya masih dapat diasumsikan tertinggi dan mutlak.

    ________________________________________________

    Masuk akal …
    Dan sekali lagi harus menunggu pembuktian berikutnya bahwa Warp 4 – nya Enterprise memang mungkin terjadi

    Soda

  4. Ga penting

Tinggalkan pesan/komentar