Sonny -0.75 versi Opat Mata

My GlassesApa maksudnya Sonny -0.75 versi Opat Mata? Mau ikut-ikutan sama om TUkul buat jadi presenter?

Ndak juga, title itu ditulis karena alasan yang khusus.

Selama ini aku selalu menganggap bahwa mata adalah panca indera yang terbaik yang aku punya di antara indera yang lain. Selama beberapa tahun terakhir ini aku juga sudah beberapa kali memeriksa kan mata karena kok sudah merasa adanya penurunan kualitas penglihatan.

Namun dari beberapa kali bolak-balik ke eye-specialist itu aku ndak pernah mendapatkan hasil yang mengecewakan. Semuanya bilang, ‘anda mempunyai penglihatan yang sangat baik’. Meski dalam hati aku juga berpikir ‘tapi kok aku ndak merasa seperti itu ya dok?’. So, karena lebih baik menyerahkan kepada ahlinya, aku menikmati saja apa yang terjadi dengan feel not good itu.

Terakhir kali, sekitar 5 bulan yang lalu aku juga memeriksakan sekali lagi indera penglihatanku, dan lagi-lagi tuduhan pak dokter ke aku adalah ‘Pak, emang pingin pake kacamata ya? ada fasilitas dari kantor ya?’ kalo dari pemeriksaan katanya sih masih sangat baik. Ndak ah, aku benci kacamata dengan beberapa alasan :

  • Aku ndak sebegitu rapih menaruh barang kecil. Pulpen, rekor terlama adalah 3 hari sebelum ilang.
  • Kacamata ‘nggaya’, paling lama seminggu sebelum lupa naruh dimana, atau pecah diduduki 🙁
  • Jam tangan, dalam dua minggu bisa dipastikan akan jatuh paling tidak 4 kali.

So, maunya sih ndak pake kacamata forever.

Namun apa ndaya (or apa nggaya ya?), minggu terakhir kemarin aku ke Bali, jalan2 di Mall bareng adik yang lagi beli kacatamata nggaya-nya, dan iseng-iseng aku nyoba nggaya pake kacamata minus 0.75.

Eh, kok ternyata dunia jadi jernih 🙁

Jadinya aku berpikir flashback ke 5 bulan yang lalu, kata dokter sehat. Tapi kok sekarang pake -0.75 jadi lebih jernih. Setelah dipikir2, aku ‘mungkin’ tau sebabnya:

  • Dokternya pada waktu meriksa sudah dengan prasangka buruk bahwa aku pingin memanfaatkan fasilitas kantor.
  • Di ruang periksa sempit itu, dimana jarak test liat adalah maksimal 3 meter, ndak ada masalah sama sekali dengan indera mataku, namun diatas 10 meter baru keliatan bedanya. Dan test ini ndak dijalankan dengan alasan poin diatas.

Jadi sekarang yang harus dilakukan adalah re test lagi, untuk mendapatkan ukuran presisi ‘Sonny versi Opat Mata’. Diharapkan dengan ukuran yang detil, dengan pemakaian lensa yang betul akan dapat mengembalikan indera yang dibanggakan ini, atau paling tidak untuk tidak memperparah statusnya.

Punya rekomendasi dokter mata yang bagus?

Sonny versi Opat Mata -0.75


4 Respon untuk “Sonny -0.75 versi Opat Mata”

  1. Lah wong jik nom wae kok pak, nganggo koco moto sekalian itung-itung ben iso ndlok sing bening-bening 🙂

  2. bener, dagadu wis siwer.
    makane pake kacamata, kalau perlu doble sama soft lens, ben cethoo!!

  3. coba cek di toko kacamata ahmad jais sby, pasti lgs dikasih.
    diurusin lagi administrasinya :-))))

  4. Ancene … enakan prikso ning suroboyo kok, opo maneh bar prikso digowo mlaku2 nang galaxy opo nang TP dadine ketoke beniiiing kabeh.

    🙂

Tinggalkan pesan/komentar