Logical Thinking Community

Dalam perjalananku minggu lalu menggunakan kereta api (setelah sekian lama aku tidak memanfaatkan moda transportasi ini) antara Jakarta – Malang, aku bertemu dengan seorang penumpang yang menggunakan jaket dengan bertuliskan ‘Logical Thinking Community’ di belakang.

Aku jadi berpikir.

Aku mengartikan jaket itu sebagai milik dari seorang anggota ‘klub berpikir logis’ 🙂

Wah berarti orang-orang ini seringkali mengasah otak mereka untuk berpikir logis. Aku mulai membayangkan, kalau klub ini bertemu rutin mingguan atau bulanan, apa ya yang dibahas? Kenapa kok air laut berwarna biru dan berasa asin …? Or …

Yang jelas dengan usia yang makin bertambah, seringkali mengasah otak pasti akan makin mempertajam ingatan dan daya pikir.

Jadinya aku sedikit ragu mau menyapa untuk bertanya apa maksud dari ‘Logical Thinking Community’ itu, atau malah siapa tahu masih menerima anggota baru misal dengan jalur on-line 🙂

Tapi, setelah dipikir-pikir, akhirnya ndak jadi menyapa dan mendaftar. Kenapa?

Beberapa kali aku merefleksi diri apakah sepanjang tahun ini aku sudah selalu berpikir logis untuk masalah-masalah yang aku hadapi? Apakah aku sudah mendorong diri sendiri untuk selalu berpikir logis? Pernahkah aku memaksakan diri untuk berpikir tidak logis, karena setelah melihat few fact dan kemudian sangat sukar menemukan penjelasan logisnya.

Dan yang paling terakhir alasan kenapa kok aku ndak menyapa dan mendaftar adalah karena beberapa waktu terakhir ini, ada beberapa pandangan sekelilingku yang mulai melihat bahwa aku ndak selalu berpikir logis.

Contohnya?

‘Wong kerja di bagian pemasaran kok jam 6 sudah mau pulang. Ndak logis !!!’

Katanya itu karena efek persaingan telekomunikasi yang terlalu sengit. Jadi aku menikmatinya dan memutuskan untuk tidak mendaftar.


Tinggalkan pesan/komentar