Killer Apps in Linux (Ubuntu Intrepid)

Dengan kondisi dimana dana pengeluaran harian semakin banyak, maka persiapan anggaran untuk membeli Operating System (plus turunannnya) akan semakin menipis.

Melihat perkembangan teknologi dan kesiapan Operating System alternatif Microsoft Windows yang ada :

  • MacOS dengan GUI interface nya yang sempurna dan kestabilan aplikasinya, namun dengan harga yang sepadan dan propietary untuk Apple Mac PC/Laptop
  • Unix Based (Suse, Fedora, etc) dengan GUI yang sudah cukup baik dan dukungan LTE (Long Term Evolution) termasuk kelengkapan dokumentasi, namun juga dengan harga yang cukup sepadan.
  • Linux Based (OpenSuse, Fedora, Ubuntu) dengan GUI yang cukup mumpuni juga, dukungan dokumentasi hanya dari komunitas internet saja (dalam arti kemauan untuk belajar dan membaca saja yang diperlukan untuk troubleshootnya), namun dengan keunggulan SUPER di lisensi yang GPL (alias Gak Pake License).

Maka sebagai main daily basis OS yang aku pakai sekarang adalah Ubuntu Intrepid (8.10) karena alasan-alasan

  • Zero cost alias GPL tadi (Gak Pake License)
  • Dukungan komunitas yang paling banyak Kelengkapan dan kemudahan instalasi software repository-nya
  • Rilis rutin perbaikan OS nya (setiap 6 bulan PASTI akan release versi OS baru), bulan ini akan launching Ubuntu Jaunty (9.04)
  • Semua aplikasi Microsoft Windows based sudah mempunyai alternatif pengganti di Ubuntu Intrepid dengan cukup sempurna.

Dan menyambung alternatif pengganti di Ubuntu Intrepid untuk aplikasi yang doooolooooo-nya sering digunakan di Windows, maka aplikasi yang paling banyak membantu (berdasarkan jasanya yang paling besar) untuk bekerja di lingkungan Linux ini adalah :

  • Open Office 3.0 gratis alias bundling Open Office pengganti Microsoft Office (Excel, Powerpoint, Word dan Access) – hampir semua fungsi dari MS Office sudah bisa direplace dengan cukup sempurna
  • Firefox alias Internet Browser yang paling kompatible antar platform dan cepat.
  • Wine – Windows Emulator adalah alat bantu jika aku masih mempunyai aplikasi Windows yang sangat terpaksa harus berjalan di Linux.
  • Synaptic Package Manager alias tools untuk install aplikasi baru atau mau remove aplikasi eksisting, di Windows hal ini mengingat akan fungsi Add/Remove Apllication cuman dengan kemampuan 300% jauh lebih baik 🙂
  • Thunderbird Mail Client alias pengganti sempurna dari Outlook Express IE6 merupakan Internet Browser alternatif yang mengingatkan kita pada Internet Explore versi 6.0, karena di lingkungan aku bekerja memang ada beberapa situs yang kompatibel hanya untu IE6.0 (bisa gak ya diubah desainnya supaya kompatible cross browser?)
  • Pidgin alias gabungan dari YM-Gmail-MIRC-Fesbuk Chat dalam satu aplikasi karena hanya dengan pidgin aku bisa membuka semua akun di YM, GTalk, Fesbuk Chat maupun di MIRC secara bersamaan.
  • Filezilla FTP Client alias pengganti sempurna dari Filezilla versi Windows (plek interface ndak ada bedanya)
  • Adobe Acrobat Reader 8.0 alias pembaca dokumen Acrobat versi 8.0 (sejalan dengan versi Windowsnya) Archive Manager / 7zip alias alat bantu kompresi untuk segala jenis type file kompresi
  • Tora – nah kalau yang ini adalah pengganti aplikasi Toad alias tools untuk manajemen database Oracle yang menjadi database tulang punggung perusahaan.
  • GpicView Image Viewer Tools yang akan mengingatkan kita saat membuka gambar dengan File Explorer-nya windows – button diatur sama persis dengan versi Windowsnya
  • GIMP – Adobe Photoshop mahal? GIMP adalah solusinya, watch GIMP in action !!!
  • Banshee alias Winamp altenative? It is much better 🙂
  • Bleezer – Nah kalau untuk urusan nulis blog, memang Windows masih cukup Powerful dengan Post2Blog aplikasinya, tools client ngeblog yang paling mendekati di linux menurut aku ya ini Bleezer !
  • Gnome Blog – Kalau untu nulis post di blog yang cuman separagraf or teks only, Gnome Blog sangat-amat simple dan berguna.
  • Wammu alias aplikasi untuk berkoneksi dengan all HP ku : GSM, CDMA, you name it … (buat kirim SMS, terima SMS) Brasero alias Nero Burning CD -nya Windows …. secara prinsip berfungsi sama
  • Ubuntu Tweak – ahhh kalau yang ini hanya untuk memperindah efek desktop saja supaya kalau duduk berdampingan dengan Macbook Air ndak malu secara tampilan.
  • VLC sebagai pengganti Windows Media Player
  • Terminal Client – suka dengan DOS Prompt?, atau butuh command prompt untuk linux, mungkin aplikasi kecil ini lah yang paling membantu untuk solusi trobule shoot tingkat lanjut di Linux.
  • Aria Download Manager alias aplikasi Download Manager untuk Linux …
  • Slimrat – susah buat download youtube movies or rapidshare movies dari Internet? Slimrat akan membantu mekanisme-nya !
  • F-con – Mahluk apalagi ini? f-con adalah Flexi Conference Tools alias tools untuk memanage HP Flexi supaya bisa digunakan untuk berkonferensi dengan lebih dari 2 orang, atau untuk mengirim bulk SMS dari TELKOMFlexi. So Powerful. Aselinya dibuat hanya untuk Windows, namun dengan sedikit oprek sana dan sini akhirnya mau jalan juga untuk Linux. Thanks to Wine 🙂

Jadi akhirnya semua aplikasi pengganti sudah utuh dan no need lagi switch to Windows, berkat Ubuntu Intrepid GPL (Gak pake Lincense)


3 Respon untuk “Killer Apps in Linux (Ubuntu Intrepid)”

  1. emang pidgin bisa bwat facebook chat? gmn crny?

  2. Saya tertarik hijrah ke Linux,.tapi karena ; Saya dengar di Linux semua perintah dijalankan dengan command, artinya tidak ada mouse dan klik kiri-klik kanan,.semangat saya sedikit kendur. Begitukah Mas Sonny,..??
    btw,.nice caricature; pinguin pipis di jendela,..

  3. HIDUP FOSS !!!

    No Windows…
    No Gates…
    It’s open…
    No Bill..
    It’s free…

Tinggalkan pesan/komentar