<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sonny Hidayat Official Weblogs &#187; black hole</title>
	<atom:link href="http://sonnyhidayat.net/tag/black-hole/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sonnyhidayat.net</link>
	<description>Nobody is perfect. I am just nobody.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jul 2010 10:40:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Einstein keliru?</title>
		<link>http://sonnyhidayat.net/200711/01/einstein-keliru/</link>
		<comments>http://sonnyhidayat.net/200711/01/einstein-keliru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 12:52:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[black hole]]></category>
		<category><![CDATA[einstein]]></category>
		<category><![CDATA[hawking]]></category>
		<category><![CDATA[keliru]]></category>
		<category><![CDATA[MyLifeStyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sonnyhidayat.net/200711/01/einstein-keliru/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak lagu Indonesia maupun lagu barat, menyatakan keinginan untuk dapat kembali ke masa lampau. Mungkinkah?
Ah&#8230; Ini pertanyaan klasik fisika makro kosmos. Manusia macam Albert Einstein atau mungkin Stephen Hawking yang mampu menjawabnya. Satu2nya formula referensi untuk kembali ke masa lampau menggunakan formula yang didasari pada keyakinan Einstein bahwa materi bisa berubah menjadi energi. Serta penemuannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak lagu Indonesia maupun lagu barat, menyatakan keinginan untuk dapat kembali ke masa lampau. Mungkinkah?</p>
<p>Ah&#8230; Ini pertanyaan klasik fisika makro kosmos. Manusia macam <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Albert%20Einstein" style="cursor: help" title="Find topic about ’Albert Einstein’ on Wikipedia" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Albert_20Einstein?referer=');">Albert Einstein </a>atau mungkin <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_0Hawking" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Stephen_0Hawking?referer=');"></a><a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen%20Hawking" style="cursor: help" title="Find topic about ’Stephen Hawking’ on Wikipedia" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Stephen_20Hawking?referer=');">Stephen Hawking </a>yang mampu menjawabnya. Satu2nya formula referensi untuk kembali ke masa lampau menggunakan formula yang didasari pada keyakinan Einstein bahwa materi bisa berubah menjadi energi. Serta penemuannya bahwa kecepatan mutlak yang boleh terjadi di alam semesta adalah <strong>299.792.458 </strong>meter per detik. Meskipun dalam penemuan fisik mikro berikutnya ternyata masih ada kecepatan lebih dari itu yang terjadi pada satu anti materi (<a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tachyon" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Tachyon?referer=');">Tachyon</a>)</p>
<p>Einstein menyatakan kecepatan cahaya itu mutlak, tidak berbelok dan tidak terpengaruh apapun. Hal ini menjadi pembatas dalam formula yang ditulisnya. Dan formula ini adalah satu2nya rujukan yang dianggap benar saat ini. Namun Stephen Hawking meskipun hampir lumpuh total masih mampu menemukan bahwa ternyata di dekat <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Black_hole" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Black_hole?referer=');"><strong>black hole </strong></a>cahaya ini ternyata berbelok. <strong>Berbelok</strong>? Iya berbelok, masuk ke <strong><em>black hole</em></strong>. Kalau berbelok bagaimana dengan kecepatannya? Berubah? <strong><font color="#ff0000">Kalau berubah jadi tidak mutlak dong</font></strong>. <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Valentino_Rossi" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Valentino_Rossi?referer=');">Valentino Rossi</a> ketika berbelok juga harus mengurangi kecepatannya lho.</p>
<p>Kalau statemen Einstein ini patah&#8230;. Terus rujukan formula kita untuk perhitungan nuklir harus berubah dong?</p>
<p>Jawaban yang paling sederhana &#8230;. ya &#8230;. emang.</p>
<p>Cuman pertanyaan lanjutannya yang bikin bingung, lha kalo gitu formula seperti apa seharusnya yang kita pake? Karena kalo kita meledakkan nuklir hasilnya masih sama seperti perhitungan Einstein. Kalo aku sih karena ndak punya rujukan, pake aja rumusan Einsten namun dengan konstanta c yang lebih dari <strong>299.792.458 meter per detik</strong> saja yang dipake. <img src='http://sonnyhidayat.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ) Sederhana, namun tanpa bukti. (tapi bukankah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_Hawking" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Stephen_Hawking?referer=');">Stephen Hawking</a> dalam dalam bukunya <strong>History of Time </strong>masih juga menawarkan beberapa teori tanpa bukti?)</p>
<p>Sejujurnya, ada beberapa hal dalam penemuan <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein?referer=');">Albert Einstein</a> yang masih mengganggu rasio logikaku.</p>
<p>Aku selalu berasumsi mahkluk berkecerdasan tinggi selain manusia memang ada, dan beberapa diantara mereka pernah mampir ke Bumi (contoh: <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dennis_Rodman" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Dennis_Rodman?referer=');">Dennis Rodman</a> <img valign="absmiddle" border="0" src="http://sonnyhidayat.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" /> ). Alasan untuk percaya hal ini sangat wajar, kalau Tuhan menciptakan alam semesta sebegitu luas hanya untuk manusia, rasanya terlalu berlebihan kan?. Sama seperti ketika era sebelum <strong>Galileo Galilei</strong> meyakini bahwa bumi ini datar dan merupakan pusat alam semesta. Dan dari banyak penelitian, matahari -selain matahari kita- yang terdekat jaraknya masih beberapa puluh tahun (waktu bumi) dengan kecepatan cahaya.</p>
<p>Kalau mahluk asing ini harus datang ke tempat kita hanya untuk menghabiskan 3/4 hidupnya rasanya juga terlalu berlebihan. Aku cenderung lebih suka bahwa mereka mempunyai kendaraan dengan kemampuan beberapa kali kecepatan cahaya, atau sudah menemukan cara untuk melewati <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Worm_Hole" onclick="pageTracker._trackPageview('/outgoing/en.wikipedia.org/wiki/Worm_Hole?referer=');">worm hole</a>. Dan pilihan pertama lebih enak, worm hole lebih susah dicerna akal sehat <img valign="absmiddle" border="0" src="http://sonnyhidayat.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":-)" /></p>
<p>So, moga-moga Einstein keliru dan masih ada yang sempat membetulkannya&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sonnyhidayat.net/200711/01/einstein-keliru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
